Analisis daya dukung lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan di semara ratih delodsema village, kabupaten gianyar

Authors

  • Aurelia Aswirna Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Ida Bagus Made Wiyasha Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • I Nyoman Arto Suprapto Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

DOI:

https://doi.org/10.22334/paris.v2i1.286

Keywords:

Daya Dukung Lingkungan, Pariwisata Berkelanjutan, Semara Ratih Delodsema Village

Abstract

Daya dukung lingkungan adalah jumlah atau daya tampung maksimum yang dapat ditampung oleh lingkungan dalam satu hari, dan perhitungan mengenai daya dukung lingkungan sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan persamaan rumus Cifuentes (1992), yang menganalisis daya dukung fisik (PCC), daya dukung rill (RCC) dan daya dukung efektif (ECC). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Hasil perhitungan daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village didapatkan nilai (PCC) 716 wisatawan/hari, nilai RCC 32 wisatawan/hari dan nilai ECC 28 wisatawan/hari dengan durasi kunjungan 3,7 jam per hari. Jumlah wisatawan saat ini 50 per hari masih berada diatas jumlah kapasitas efektif yang seharusnya diterapkan oleh Semara Ratih Delodsema Village, atau jumlah wisatawan saat ini melebihi kapasitas daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village.

 

Environmental carrying capacity is the maximum amount or capacity that can be accommodated by an environment and follows the concept of sustainable tourism development. This study aims to analyze the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village and the preference between the current number of visits and the calculation of the adequate carrying capacity that can be accommodated per day. The method used in this study is the calculation of the Cifuentes formula (1992), which analyzes Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), and Effective Carrying Capacity (ECC). Data collection techniques were collected through observation, interviews, questionnaires, and studying documentation. The results of calculations regarding the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village obtained a value (PCC) of 716 tourists/day, an RCC value of 32 tourists/day, and an ECC value of 28 tourists/day with a visit duration of 3.7 hours per day. Compared to the current number of visits, 50 tourists/day, the ECC value is below the current number of visits, or the current number of visits exceeds the capacity that Semara Ratih Delodsema Village should have to accommodate.

Author Biographies

Aurelia Aswirna, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

D4 Manajemen Pariwisata

Ida Bagus Made Wiyasha, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

D4 Manajemen Pariwisata

I Nyoman Arto Suprapto, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

D4 Manajemen Pariwisata

References

Cooper et. Al. 1993. Tourism Principles & Practice.England : Longman Group Limited.

Fandeli, C., & Muhammad, 2009. Prinip-Prinsip Dasar Mengkonservasi Lanskap. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

Pitana, I.G. dan Diarta, I.K.S. 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata. Penerbit Andi: Yogyakarta

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV

Udayana University Press. 2013. Pemetaan Potensi Wilayah Dan Pengembangan Komoditas Pertanian Di Kabupaten Gianyar. Denpasa5, Bali: Udayana University Press.

Cifuentes, Miguel. 1992. “Determinaction Ed Capacidadd Ed Carga Truistica In Areas Protegidas”. Publicacion Petrocinada Por el Fondo Mundial para la Naturaleza WWF. Serie Tecnica Informe Tecnnico No. 194. Centro Agronomico Tropical Ed Investigacion Y Ensenanza CATIE, Program Ed Manejo Integrado Ed Recurcos Naturales. Turrialba, Costa Rica.

Fandeli, C., dan Suyanto, C. 1999. “Kajian Daya Dukung Lingkungan Objek dan Daya Tarik Wisata Taman Wisata Grojogan Sewu, Tawangmangu”. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Volume 7, Tahun ke XVIV (halaman 32-47).

Lucyanti, S., Hendrarto, B., dan Izzati, M. 2014. “Strategi Pengembangan Objek Wisata Bumi Perkemahan Palutungan Berdasarkan Analisis Daya Dukung Lingkungan Wisata di Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat”. Jurnal Ekosains Volume VI Tahun ke I (halaman 33 – 46).

Siswantoro, Hariadi, 2012. Kajian Daya Dukung Lingkungan Wisata Alam Taman Wisata Alam Grojogan Sewu Kabupaten Karanganyar. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro: Semara

Zacarias, D.A., Williams, A.T., and Newtonc, A., 2011.” Recreation Carrying Capacity Estimations To Support Beach Management At Praia De Faro, Portugal”. Jounal of Applied Geography, Tahun ke XXXI: (halaman 107). https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2011.01.020

Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 837/Kpts/Um/11/1980 Tentang Kriteria Dan Tata Cara Penetapan Hutan Lindung

Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan

Badan Pusat Statistika Kabupaten Gianyar. 2011 - 2020. “Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar.” Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar. https://gianyarkab.bps.go.id/indicator/151/79/1/curah-hujan.html

Dinas Pariwisata Provinsi Bali. 2013 - 2018. “Data Statistik – Bali Government Tourism Office.” Dinas Pariwisata Provinsi Bali. https://disparda.baliprov.go.id/category/data-statistik/

Winastya, Khulafa P. 2021. “Iklim Schmidt Ferguson Ditentukan Oleh Jumlah Curah Hujan, Ini Penjelasannya | merdeka.com.” Merdeka.com. https://www.merdeka.com/trending/iklim-schmidt-ferguson-ditentukan-oleh-jumlah-curah-hujan-ini-penjelasannya-kln.html

World Tourism Organization. 1983. Risks of Saturation Or Tourist Carrying Capacity Overload in Holiday Destinations. Madrid: The World Tourism Organization. https://www.e-unwto.org/doi/epdf/10.18111/9789284407545

Published

2023-01-30

How to Cite

Aswirna, A., Wiyasha, I. B. M., & Suprapto, I. N. A. (2023). Analisis daya dukung lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan di semara ratih delodsema village, kabupaten gianyar. Jurnal Ilmiah Pariwisata Dan Bisnis, 2(1), 145 - 157. https://doi.org/10.22334/paris.v2i1.286